Senin, 20 April 2020

Buku

Lembaran-lembaran itu terus berbalik
Semakin lama semakin banyak petualangan
Banyak peran, banyak pemandangan
Tapi tiap kali juga perasaan sedih muncul
Ketika harus berpisah
Saat tiba di lembaran terakhir
Dan tak ada lagi medan petualangan

Badai

Hujan yang berkepanjangan
Mendung yang tak ingin berpamitan
Pepohonan yang menari
Riuh angin yang berlarian
Jendela yang ikut berdansa
Cahaya kilat yang mengintimidasi
Terjebak dalam badai
Lagi lagi
Terjebak dalam suasana seperti ini
Lagi lagi

DENGARKAN!

Apa kamu pernah mendengar tentangku?
Aku si whalien 52
Si penyendiri yang tak terjamah
Frekuensiku berbeda denganmu maupun dengan kalian
Suaraku tak terdengar
Itulah mengapa aku menyendiri
Aku berhenti berteriak dan memilih menyimak
Karena aku tak terdengar
Aku hidup di lautan yang paling dalam
Sangat gelap
Karena aku cacat
Aku berbeda
Apa kamu pernah mendengar tentangku?
Aku si moonchild
Anak bodoh yang hanya menunggu bulan
Hanya bisa hidup saat bulan terbit
Dan mati saat fajar menyingsing
Aku hidup dan mati diwaktu yang sama
Hidupku singkat
Tapi seseorang mengatakan bahwa dia bisa melihat duriku
Aku bersyukur
Tak apa jika tak terlihatpun
Tapi dia melihatnya
Mungkin dia tidak mengerti arti dari duriku
Tapi dia melihatnya
Aku bersyukur
Kini aku bisa mati dengan senyuman
Biarlah matahari menempati tugasnya
Aku akan kembali menjadi moonchild saat bulan terbit